Popular Posts
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayan...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Uday...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayan...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayan...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayana...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udaya...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayan...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayan...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayan...
-
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050 Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udaya...
Blogger news
Blogroll
Blog Archive
Selasa, 10 Maret 2015
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050
Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayana
Matakuliah : Sistem Temu Kembali Informasi
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.
Menurut Danny Sullivan, istilah search engine optimization pertama kali digunakan pada 26 Juli tahun 1997 oleh sebuah pesan spam yang diposting di Usenet. Pada masa itu algoritma mesin pencari belum terlalu kompleks sehingga mudah dimanipulasi.
Keuntungan penggunaan SEO adalah
1 Mendatangkan Traffic yang Banyak
alasan mengapa trafik halaman web kita akan semakin meningkat adalah karena posisi halaman web kita yang akan berada pada halaman pertama google.
alasan mengapa trafik halaman web kita akan semakin meningkat adalah karena posisi halaman web kita yang akan berada pada halaman pertama google.
2 Meningkatkan Penjualan
Dengan meningkatkan traffic pengunjung halaman web maka akan semakin tertarik investor-investor yang ingin menaruh iklan di halaman kita atau semakin mudah kita melakukan pemasaran produk barang atau jasa kita.
3 Meningkatkan Daya Saing
Jika posisi suatu situs lebih tinggi maka secara otomatis daya saingnya pun akan lebih tinggi.
Untuk menerapkan Search Engine Optimization ada beberapa hal yang harus di perhatikan diantaranya :
1. On Page SEO
Mendengar kata diatas pastinya sudah tidak asing lagi bagi para pakar seo, namun akan asing sekali untuk para pemula di dunia seo. On Page SEO adalah suatu teknik mengoptimisasi halaman website dengan menerapkan beberapa dasar keyword yang ditarget kedalamnya. Keuntungan dari on page seo ini yaitu situs anda akan lebih dinilai relevan oleh google, juga jika halaman tersebut hanya mendapatkan sedikit backlink bisa dipastikan akan mudah ranking #1 Google.
Berikut dasar yang harus diterapkan dalam on page seo :
1. Title Tag
2. Meta Description
3. URL
4. Heading (h1, h2, h3, h4)
5. Image & Image ALt Tag
6. Link to Site Authority
2. Meta Description
3. URL
4. Heading (h1, h2, h3, h4)
5. Image & Image ALt Tag
6. Link to Site Authority
2 Off Page SEO
Off Page Search Engine Optimization adalah cara mengoptimisasi suatu halaman dari luar situs (menggunakan backlink),
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050
Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayana
Matakuliah : Sistem Temu Kembali Informasi
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.
Sistem information retrieval (IR) system adalah system yang digunakan untuk menemukan kembali (retrieve) informasi-informasi yang relevan terhadap kebutuhan pengguna dari suatu kumpulan informasi secara otomatis [Bunyamin,2005]. Hasugian (2003) menyebutkan bahwa sistem temu kembali informasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk mengidentifikasi, kemudian memanggil (retrieval) suatu dokumen dari suatu simpanan (file), sebagai jawaban atas permintaan informasi.
Hardi (2006:4) untuk mengukur relevansi hasil temuan Search Engine dapat dilakukan dengan menggunakan metode penilaian relevansi bertingkat (Graded Relevant Assessment) 0-3. Skala penilaian yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Halaman yang menampilkan dokumen-dokumen makalah penelitian, artikel ilmiah, Jurnal, tutorial dan prosiding seminar/ konferensi atau paten mendapat skor 3.
b. Halaman yang menampilkan abstrak makalah penelitian, artikel ilmiah, Jurnal, tutorial, dan prosiding seminar/konferensi atau paten mendapat skor 2.
c. Halaman yang menampilkan pangkalan buku atau pangkalan data mendapat skor 1.
d. Halaman yang menampilkan selain poin-poin di atas (misalnya website perusahaan, kamus, ensiklopedi, organisasi, dsb.) mendapat skor 0.
e. Halaman yang tidak bisa ditampilkan karena server yang tidak merespons setelah tiga kali penelusuran secara berurutan mendapat skor 0.
Ada banyak teknik temu kembali informasi diantaranya teknik Booelan sederhana dan teknik Boolean berperingkat yang di kebangkan oleh fitriyanti pada tahun 1997 dan teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model oleh Andri pada tahun 1997).
Teknik Boolean sederhana dan berperingkat merupakan suatu teknik mengekspresikan keinginan pengguna kedalam sebuah query menggunkanan operator. Boolean (Salton,1989) seperti "and","or","not". Operator "and" berfungsi untuk menggabungkan istilah-istilah menjadi sebuah ungkapan. Operator "Or" digunakana untuk merubahistilah-istilah menjadi sebuah persamaan (sinonim). Sedangkan Operator "Not" merupakan operator pembatas dalam Boolean. Teknik bolean sederhana query diproses sesuai dengan operator yang digunakan dan akan menampilkan dokumen sesuai dengan urutan dokumen yang telah ditemukan. sedangkan pada boolean berperingkat dokumen akan diurutkan berdasarkan bobot dari dokument tersebut.
Adapun pembobotan dari masing-masing dokumen berdasarkan aturan sebagai berikut :
Bobot istilah ini didapat dari hasil proses Indexing. Min(dA,dB) berarti bahwa sebuah dokumen di retrieve dengan bobot sebesar nilai terkecil dari bobot-bobot istilah yang dipunyainya. Max(dA,dB) berarti bahwa sebuah dokumen di retrieve dengan bobot sebesar nilai terbesar dari bobot-bobot istilah yang dipunyainya.
Teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model merupakan perkembangan dari teknik boolean sederhana dan extended. Teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model ini menggunakan operator yang dapat dikomputasi berdasarkan rumus savoy (1993).
Keterangan :
p adalah nilai p-norm yang dimasukkan pada kueri.
Wia adalah bobot istilah A dalam indeks pada dokumen Di.
Wib adalah bobot istilah B dalam indeks pada dokumen Di.
Refreansi :
Suwanto sri ati, TEMU KEMBALI INFORMASI DARI SUDUT PANDANG PENDEKATAN BERORIENTASI PEMAKAI
Adapun pembobotan dari masing-masing dokumen berdasarkan aturan sebagai berikut :
Bobot istilah ini didapat dari hasil proses Indexing. Min(dA,dB) berarti bahwa sebuah dokumen di retrieve dengan bobot sebesar nilai terkecil dari bobot-bobot istilah yang dipunyainya. Max(dA,dB) berarti bahwa sebuah dokumen di retrieve dengan bobot sebesar nilai terbesar dari bobot-bobot istilah yang dipunyainya.
Teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model merupakan perkembangan dari teknik boolean sederhana dan extended. Teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model ini menggunakan operator yang dapat dikomputasi berdasarkan rumus savoy (1993).
Keterangan :
p adalah nilai p-norm yang dimasukkan pada kueri.
Wia adalah bobot istilah A dalam indeks pada dokumen Di.
Wib adalah bobot istilah B dalam indeks pada dokumen Di.
Refreansi :
Suwanto sri ati, TEMU KEMBALI INFORMASI DARI SUDUT PANDANG PENDEKATAN BERORIENTASI PEMAKAI
Hasibuan Zainal, Andri Yofi, Penerapan Berbagai Teknik Sistem Temu-Kembali Informasi
Berbasis Hiperteks
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22811/4/Chapter%20II.pdf
Kusumawardani Devita.Temu Kembali Informasi dengan keyword
Hendra Bunyamin, Chathalea Puspa Negara.Aplikasi Information Retrieval (IR) CATA Dengan Metode Generalized Vector Space Model
Berbasis Hiperteks
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22811/4/Chapter%20II.pdf
Kusumawardani Devita.Temu Kembali Informasi dengan keyword
Hendra Bunyamin, Chathalea Puspa Negara.Aplikasi Information Retrieval (IR) CATA Dengan Metode Generalized Vector Space Model
Selasa, 03 Maret 2015
Nama/NIM : IB Wahyu Sastra Dipa / 1204505050
Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayana
Matakuliah : Sistem Temu Kembali Informasi
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.
Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi : Teknologi Informasi/ Fakultas Teknik/ Universitas Udayana
Matakuliah : Sistem Temu Kembali Informasi
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.
Sistem Temu Kembali Informasi atau yang lebih populer dengan Information Retrieval merupakan suatu cara untuk mencari informasi yang sifatnya tidak tersetruktur untuk memenuhi kebutuhan informasi . Marchioni (1995) dalam Large (2001: 27) menjelaskan mengenai pencarian informasi sebagai sebuah sebuah kebutuhan hidup yang digunakan untuk merencanakan, mengambil tindakan dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan sebuah pemahaman yang dapat diterima oleh akal.
Sulistiyo-Basuki (1992: 132), mengungkapkan bahwa sistem temu balik informasi adalah sejumlah kegiatan yang bertujuan menyediakan dan memasok informasi bagi pengguna sebagai jawaban permintaan pengguna.
Borgman (1996) mengatakan bahwa untuk melakukan kegiatan penelusuran informasi seorang penelusur harus memiliki 3 pengetahuan dasar yaitu:
- Konseptual yaitu pengetahuan untuk mengkonversi sebuah kebutuhan informasi kedalam sebuah query yang dapat di telusuri.
- Semantic, merupakan ilmu yang digunakan untuk mengembangkan dan membangun sebuah query dalam suatu sistem.
- Technical merupakan pengetahuan ketiga yang bertujuan untuk membantu penleusur informasi agar mampu memasukan query yang spesifik sebagai suatu bahasa penelusuran
Sistem temu kembali informasi pada dasarnya memiliki dua komponen utama yaitu indexing yang nantinya akan menghasilkan basis data sistem. komponen kedua adalah temu kembali yang merupakan kombinasi dari user interface dan look-up-table.
Indexing adalah suatu proses untuk melakukan pengindeksan sekumpulan dokumen untuk memberikan informasi kepadapemakai. Proses pengindeksan ini dapat dilakukan secara manual maupun secara otomatis. Proses pengindeksan memiliki empat buah tahapan diantaranya:
- Parsing Dokumen yaitu proses pengambilan kata-kata dari kumpulan dokumen.
- Stoplist yaitu proses pembuangan kata buang
- Stemming yaitu proses penghilangan/ pemotongan dari suatu kata menjadi bentuk dasar. Kata “diadaptasikan” atau “berspekulasi” mejadi kata “spekulasi” sebagai istilah.
- Term Weighting dan Inverted File yaitu proses pemberian bobot pada istilah.
Menurut Belkin (1985) terdapat lima buah titik perhatian atau fokus dalam ilmu temu kembali yaitu :
- Perpindahan informasi dalam sistem komunikasi.
- Pemikiran tentang informasi yang diinginkan.
- Efektifitas sistem dan perpindahan informasi.
- Hubungan antara informasi dengan penciptanya.
- Hubungan antara informasi dengan pemakai.
Ada banyak teknik temu kembali informasi diantaranya teknik Booelan sederhana dan teknik Boolean berperingkat yang di kebangkan oleh fitriyanti pada tahun 1997 dan teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model oleh Andri pada tahun 1997).
Teknik Boolean sederhana dan berperingkat merupakan suatu teknik mengekspresikan keinginan pengguna kedalam sebuah query menggunkanan operator. Boolean (Salton,1989) seperti "and","or","not". Operator "and" berfungsi untuk menggabungkan istilah-istilah menjadi sebuah ungkapan. Operator "Or" digunakana untuk merubahistilah-istilah menjadi sebuah persamaan (sinonim). Sedangkan Operator "Not" merupakan operator pembatas dalam Boolean. Teknik bolean sederhana query diproses sesuai dengan operator yang digunakan dan akan menampilkan dokumen sesuai dengan urutan dokumen yang telah ditemukan. sedangkan pada boolean berperingkat dokumen akan diurutkan berdasarkan bobot dari dokument tersebut.
Teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model merupakan perkembangan dari teknik boolean sederhana dan extended. Teknik Extended Boolean berdasarkan p-norm model ini menggunakan operator yang dapat dikomputasi berdasarkan rumus savoy (1993).
Refrensi :
Hasibuan Zainal, Andri Yofi, Penerapan Berbagai Teknik Sistem Temu-Kembali Informasi
Berbasis Hiperteks
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22811/4/Chapter%20II.pdf
Suwanto sri ati, TEMU KEMBALI INFORMASI DARI SUDUT PANDANG PENDEKATAN BERORIENTASI PEMAKAI
Hasibuan Zainal, Andri Yofi, Penerapan Berbagai Teknik Sistem Temu-Kembali Informasi
Berbasis Hiperteks
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22811/4/Chapter%20II.pdf
Suwanto sri ati, TEMU KEMBALI INFORMASI DARI SUDUT PANDANG PENDEKATAN BERORIENTASI PEMAKAI
Langganan:
Postingan (Atom)